close

Вход

Забыли?

вход по аккаунту

?

How to Obtain Eternal Life - Riverside Indonesian Fellowship

код для вставки
How to Obtain Eternal Life
Bagaimana Mendapat Hidup Kekal
Matthew 19:16-22
June 8, 2014
Tonight we're looking at Matthew 19:16-22. Perhaps you have had that experience where
someone is led to Christ by you and you see no change in their life, nothing really happens
differently and they don’t even connect with the church. Maybe you've been struggling with
why that happens. God is going to give you the answer to that this evening.
Malam ini kita mempelajari Matius 19:16-22. Mungkin Anda telah mengalami
dimana Anda membimbing seseorang kepada Kristus dan Anda melihat tidak ada
perubahan dalam hidup mereka, tidak ada sesuatupun yang berubah dan mereka
bahkan tidak mau pergi ke gereja, Mungkin Anda menanyakan diri mengapa ini
terjadi. Allah akan memberikan Anda jawaban akan hal itu malam ini.
Matthew 19:16-22, “Now behold, one came and said to Him, “Good Teacher, what good
thing shall I do that I may have eternal life?” 17 So He said to him, “Why do you call Me
good? No one is good but One, that is, God. But if you want to enter into life, keep the
commandments.” 18 He said to Him, “Which ones?” Jesus said, “�You shall not murder,’
�You shall not commit adultery,’ �You shall not steal,’ �You shall not bear false witness,’
19
�Honor your father and your mother,’ and, �You shall love your neighbor as yourself.’ ”
20
The young man said to Him, “All these things I have kept from my youth. What do I still
lack?” 21 Jesus said to him, “If you want to be perfect, go, sell what you have and give to the
poor, and you will have treasure in heaven; and come, follow Me.” 22 But when the young
man heard that saying, he went away sorrowful, for he had great possessions.”
Matius 19:16-22, “Ada seorang datang kepada Yesus, dan berkata: "Guru yang
baik, perbuatan baik apakah yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang
kekal?" 17 Jawab Yesus: "Apakah sebabnya engkau memanggil Aku baik? Hanya
Satu yang baik, yaitu Allah. Tetapi jikalau engkau ingin masuk ke dalam hidup,
turutilah segala perintah Allah." 18 Kata orang itu kepada-Nya: "Perintah yang
mana?" Kata Yesus: "Jangan membunuh, jangan berzinah, jangan mencuri, jangan
mengucapkan saksi dusta, 19 hormatilah ayahmu dan ibumu dan kasihilah sesamamu
manusia seperti dirimu sendiri." 20 Kata orang muda itu kepada-Nya: "Semuanya itu
telah kuturuti, apa lagi yang masih kurang?" 21 Kata Yesus kepadanya: "Jikalau
engkau hendak sempurna, pergilah, juallah segala milikmu dan berikanlah itu
kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian
datanglah ke mari dan ikutlah Aku." 22 Ketika orang muda itu mendengar perkataan
itu, pergilah ia dengan sedih, sebab banyak hartanya.”
Notice in verse 16 that the young man asks about how to obtain eternal life. The term
"eternal life" is used about 50 times in Scripture and is essentially the heart of all
evangelism. In other words, we try to get people to seek eternal life, to receive eternal life.
In fact John 3:16 says, "God so loved the world that He gave His only begotten Son that
whosoever believes in Him should not perish but have everlasting life."
1
Perhatikanlah di ayat 16 bahwa orang muda ini menanyakan bagaimana caranya
memperoleh hidup yang kekal. Istilah “hidup kekal” telah digunakan kira-kira 50
kali di dalam Firman dan adalah dasarnya semua pengabaran Injil. Dengan kata
lain, kita ingin supaya manusia ingin kehidupan kekal itu, supaya mereka menerima
kehidupan kekal. Bahkan Yohanes 3:16 mengatakan, “Karena begitu besar kasih
Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal,
supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh
hidup yang kekal.”
And here comes a young man who walks right up and asks Jesus that very question. Most of
our work in evangelism is to get somebody to this point. If you can just get the person to say
"what do I need to do to inherit eternal life", all you have to do is to add: believe, sign the
card, walk the aisle and get baptized. You've got him right where you want him to be.
Dan disini datanglah orang muda ini yang langsung maju kedepan dan menanyakan
Yesus pertanyaan itu. Kebanyakan usaha kita dalam pengabaran Injil adalah untuk
membawa seseorang kepada titik itu. Jika Anda dapat membawa orang itu kepada
saat dia mengatakan, “Apakah saya harus perbuat untuk mewarisi hidup kekal,”
yang hanya perlu ditambahkan adalah: percayalah, tanda tangan sebuah kartu,
maju kedepan dan minta dibaptis. Dia berada dimana Anda ingin dia berada.
But this young man ignored the whole process of the normal pre-evangelism effort. Like
how do you know there's a God, how can you believe the Bible and on and on. He walked
right up and asked Jesus the question about eternal life. Now, that question appears on
several occasions in the New Testament. Not only asked by this young man, but also asked
by a lawyer and also by a group of people in John 6.
Namun orang muda ini mengabaikan seluruh proses dari usaha normal sebelum ada
pemberitaan injil. Seperti bagaimana Anda tahu ada Allah, bagaimana kita dapat
percaya Alkitab dan seterusnya. Dia langsung maju dan bertanya kepada Yesus
pertanyaan mengenai hidup kekal itu. Nah, pertanyaan itu telah muncul beberapa
kali di Perjanjian Baru. Bukan saja dari orang muda ini, namun juga dari seorang
pengacara dan juga sekelompok orang-orang di Yohanes 6.
Jesus acts very different from what we are used to. But, oh how we much do we need the
truth in this text. We have many contemporary unbiblical modes of evangelism with its
decisions, and its aisle walking and the advice to just believe. And this is leading people into
the delusion that they are saved when in fact they are not.
Kelakuan Yesus sangat berbeda dari apa yang kita biasa mendengar. Namun kita
sangat memerlukan kebenaran dari teks ini. Kita memiliki banyak cara pengabaran
injil sekarang yang tidak sesuai Alkitab dengan keputusan orang-orang dan
kemajuan orang kedepan dan saran untuk percaya saja. Dan itu membawa orangorang kepada khayalan bahwa mereka selamat namun sebenarnya mereka tidak
diselamatkan.
So how does one obtain eternal life? Well, first of all, it's necessary to know what you
want. He knew he didn't have it. Matthew tells us that he was young in verse 20 and that he
was rich in verse 22. And in Luke 18:18 it says that he was a ruler. Most likely he was a
2
ruler of the synagogue, a Jewish religious leader, devout, honest in relationship to Judaism,
young, wealthy, prominent and influential.
Jadi bagaimana caranya memperoleh hidup kekal? Nah, pertama-tama kita perlu
tahu apa yang kita inginkan. Dia tahu dia tidak memiliki hal itu. Matius
memberitakan bahwa dia masih muda di ayat 20 dan bahwa dia kaya di ayat 22.
Dan di Lukas 18:18 dikatakan bahwa dia adalah seorang pemimpin. Kemungkinan
besar dia adalah pemimpin sinagoga, seorang pemimpin agama Yahudi, yang taat,
yang jujur berhubungan dengan Yudaisme, muda, kaya, terkenal dan berpengaruh.
As far as the culture of his day, the religious environment of his day, he had everything. And
that's why in verse 16, Matthew says, "Now behold," It was amazing to Matthew that he
would come and admit that he didn't have eternal life. He had not found permanent peace,
joy and hope. He was basically coming on the grounds of a felt need. He was restless and
anxious in his heart. There was a sense of being unfulfilled.
Dilihat dari kebudayaan pada waktu itu, dari suasana agama di zaman itu, dia
memiliki semuanya. Karena itulah di ayat 16, Matius mengatakan, “Coba lihat.” Itu
menakjubkan bagi Matius bahwa orang ini datang dan mengaku bahwa dia tidak
memiliki hidup kekal. Dia masih belum menemukan damai, sukacita dan harapan.
Dia pada dasarnya datang karena dia merasa ada kebutuhan. Dia tidak tenang dan
cemas. Dia merasa hidupnya tak terpenuhi.
Paul says that our citizenship in the kingdom obtains a divine character and we all of a
sudden come alive to God and that life never ends. But our life also has a quality of
existence that is special, not just the quantity. I can now respond to God. Before I was saved
I was dead in sin, totally unresponsive to the God’s environment. When I became a
Christian, I was given the capability of responding to the divine environment forever.
Paulus mengatakan bahwa kewarganegaraan kita di dalam Kerajaan memperoleh
karakter ilahi dan kita tiba-tiba seakan-akan menjadi hidup bagi Allah dan
kehidupan itu tidak pernah berakhir. Namun hidup kita juga memiliki kualitas
keberadaan yang khusus, bukan saja kuantitas. Saya sekarang bisa menanggapi
Allah. Sebelum saya diselamatkan saya mati dalam dosa, samasekali tidak responsif
terhadap lingkungan Allah. Ketika saya menjadi orang Kristen, saya diberi
kemampuan untuk menanggapi lingkungan Allah untuk selamanya.
Secondly, this rich young man knows what he wanted so he felt deeply the need. Now
many people who don't feel any need for eternal life. They really don't care to be alive to
God and they really aren't interested in it. And we can say they're not desperate enough. This
guy not only knew what he wanted but he also felt deeply the need.
Kedua, orang kaya ini tahu keinginannya jadi dia merasakan kebutuhannya. Nah,
banyak orang merasa mereka tidak membutuhkan kehidupan kekal. Mereka benarbenar tidak peduli menjadi hidup bagi Allah dan mereka sama sekali tidak tertarik.
Dan boleh dibilang mereka tidak cukup putus asa. Orang ini bukan saja tahu
keinginannya namun dia juga merasakan kebutuhannya.
Thirdly, to obtain eternal life it is also necessary to seek diligently. The prophet of the Old
Testament, Isaiah said in Jeremiah 29:13, “if you seek Me with all your heart, you will find
3
Me.” Well here is a diligent seeker. You say, "How do you know that?" Well, in the parallel
passage in Mark 10:17, it says “one came running, knelt before Him.” Now he humbles
himself. He's serious, motivated and anxious. He doesn't mind losing face with all the people
who thinks he's a spiritual example already.
Ketiga, untuk memperoleh hidup kekal yang diperlukan juga adalah ketekunan
dalam mencari. Nabi Yesaya dari Perjanjian Lama mengatakan di Yeremia 29:13,
“Apabila Anda mencari Aku dengan segenap hati, Anda akan menemukan Aku.”
Nah disini ada orang yang bertekun mencari. Anda berkata,”Bagaimana kita tahu
hal itu?” Iya didalam bagian sejajar di Markus 10:17 dikatakan, “datanglah
seorang berlari-lari mendapatkan Dia dan sambil bertelut di hadapan-Nya.”
Sekarang dia merendahkan diri. Dia serius, bermotivasi dan cemas. Dia tidak peduli
kehilangan muka di depan banyak orang yang memikir dia sudah menjadi teladan
rohani.
Fourthly, in obtaining eternal life he came to the right source. You know, there are lots of
people looking hard for eternal life but they are looking in all the wrong places. Why does
Satan creates counterfeit religions all over the face of the earth? So that people go chasing
after the wrong thing. Jesus not only was the source of eternal life, He is that eternal life.
Keempat, untuk memperoleh hidup kekal dia datang kepada sumber yang benar.
Tahukah Anda bahwa ada banyak orang yang mencari hidup kekal namun mereka
semua mencarinya di tempat-tempat yang salah. Mengapa Iblis menciptakan agamaagama palsu di seluruh dunia? Supaya orang-orang mengejar hal-hal yang salah.
Yesus bukan saja sumber hidup kekal, Dia adalah hidup kekal.
No doubt he had heard of the power of Jesus and His teachings because he comes to Him
and says �master or teacher.’ Mark and Luke tell us he called Him "good." It's added here in
Matthew, but it wasn't in the manuscripts of Matthew. And he said, agathos, meaning good
on the inside, good morally, in nature and in essence. You perhaps know the secret of
getting eternal life.
Dia pasti telah mendengar kuasa Yesus dan ajaran-ajaran-Nya karena dia datang
kepada-Nya dan mengatakan “Guru.” Markus dan Lukas memberitakan kita dia
memanggil-Nya “baik.” Itu ditambahkan di Matius, namun itu tidak ada di dalam
kitab Matius asal. Dan dia mengatakan agathos, yang berarti baik dari dalam, baik
secara moral, sifatnya baik dan pada dasarnya baik. Mungkin Anda tahu rahasianya
hidup kekal.
He did not think that Jesus was God or the Messiah. He was struck with the power of Jesus'
teaching and the power of His life that he thought surely this teacher has to have the secret
to eternal life. And even though he didn't know who Jesus was in the fullest sense, he
certainly did come to the right place.
Dia tidak pikir Yesus adalah Allah atau Mesias. Dia terpukul oleh kekuatan ajaran
Yesus dan kuasa kehidupan-Nya dan dia pikir pasti guru ini memiliki rahasia hidup
kekal. Dan meskipun dia tidak tahu siapakah Yesus sepenuhnya, dia memang datang
kepada tempat yang benar.
4
In verse 16, he asks, "What do I need to do to get eternal life?" And Jesus' answer is
amazing. Jesus actually puts up a wall in front of this guy. Verse 17, "So He said to him,
why do you call Me good? No one is good but One, that is, God. But if you want to enter
into life, keep the commandments." Only God is good and Jesus said, so go on out and keep
His commandments. There's no new information, there's no secret way.
Di ayat 16 dia menanyakan, “Apakah yang harus kuperbuat untuk memperoleh
hidup yang kekal?” Dan jawaban Yesus mengherankan. Yesus sebenarnya
menempatkan tembok di hadapan orang ini. Ayat 17, “Apakah sebabnya engkau
memanggil Aku baik? Hanya Satu yang baik, yaitu Allah. Tetapi jikalau engkau
ingin masuk ke dalam hidup, turutilah segala perintah Allah." Hanya Allah saja baik
dan Yesus berkata, jadi pergilah dan taatilah segala perintah-perintah-Nya. Tidak
ada informasi baru, tidak ada jalan rahasia.
Why would Jesus say that? Because, this guy is coming to Jesus seeking salvation based on
his felt need only, because he has anxiety and frustration instead of joy, love, peace and
hope. And that means there is something missing. What is it? His sin issue. This young man
has no idea how much he has offended a holy God. His desire for eternal life is wrapped up
in himself, instead of thinking more about how much he has angered a holy God.
Mengapa Yesus mengatakan itu? Karena orang ini datang ke Yesus untuk
memperoleh keselamatan berdasarkan perasaan kebutuhannya saja, karena dia
cemas dan frustasi daripada merasa sukacita, kasih, damai dan harapan. Dan itu
berarti ada kekurangan besar. Apakah itu? Masalah dosanya. Orang muda ini tidak
mengerti betapa banyaknya dia menyakiti hati Allah yang kudus. Keinginan untuk
hidup kekal semuanya berhubungan dia sendiri, seharusnya dia lebih memikirkan
betapa besarnya dia menimbulkan amarah Allah Yang kudus.
So, Jesus confronted him with the fact that he has violated God’s law. Salvation is for
people who want to turn away from the sinful things of this life and turn to God. And they
need to repent, confess that sin and affirm their commitment to live for His glory. They must
know that unless they are willing to forsake all things in this life, they can't be His disciples.
Jadi Yesus memperhadapkannya dengan fakta bahwa dia telah melanggar hukum
Allah. Keselamatan adalah bagi orang-orang yang mau menjauhkan diri dari halhal dosa hidup ini dan berpaling kepada Allah. Dan mereka perlu bertobat,
mengaku dosa mereka dan menegaskan komitmen mereka untuk hidup bagi
kemuliaan-Nya. Mereka harus tahu bahwa kecuali mereka rela meninggalkan semua
hal duniawi, mereka tidak bisa menjadi murid-Nya.
And when Jesus says to him, "You keep the commandments," He is asking this young guy
to compare himself against the divine standard so that he will see that he comes up short. All
evangelism must compare the sinner against the perfect law of God so he can see his own
deficiency. Look at Paul in Romans in chapters 1, 2 and 3 affirming the sinfulness of man
before he ever gets to salvation.
Dan ketika Yesus mengatakan kepada dia, “turutilah segala perintah Allah,” Dia
menanyakan orang muda ini untuk membandingkan dirinya dengan standar ilahi
supaya dia bisa melihat bahwa dia kekurangan. Semua penginjilan harus
membandingkan si pendosa dengan hukum Allah yang sempurna supaya dia dapat
5
menyadari kekurangannya sendiri. Lihatlah Paulus di Roma bab 1, 2 dan 3
menegaskan keberdosaan manusia dulu sebelumnya dia mulai dengan keselamatan.
The rich young ruler had no understanding of his offending God, so he had no remorse.
There has to be remorse, you have to be begging God for forgiveness. There needs to be a
sense of meekness. There needs to be a sense of mourning being overwhelmed by your sin.
You see, he didn't have that. A holy and pure God will not tolerate evil at all.
Pemimpin muda yang kaya ini sama sekali tidak mengerti dia telah menyakiti hati
Allah, jadi tidak ada perasaan bersalah. Harus ada penyesalan, Anda harus
memohon kepada Allah untuk pengampunan. Harus ada perasaan lembut hati.
Harus ada rasa berkabung kewalahan oleh dosa Anda. Tahukah, dia tidak memiliki
itu. Allah yang kudus dan murni tidak dapat mentolerir kejahatan apapun juga.
And look at this young man’s answer in verse 18-19, "He said to Him, “Which ones?” So,
the Lord responds by giving him the last half of the Ten Commandments in reverse. “Jesus
said, “�You shall not murder,’ �You shall not commit adultery,’ �You shall not steal,’ �You
shall not bear false witness,’ 19 �Honor your father and your mother,’ and, �You shall love
your neighbor as yourself.’ ”
Dan lihatlah jawaban orang muda ini di ayat 18-19, “Kata orang itu kepada-Nya:
"Perintah yang mana?" Jadi Tuhan merespon dengan memberikannya paruh
terakhir dari Sepuluh Perintah Allah secara terbalik. “Kata Yesus: "Jangan
membunuh, jangan berzinah, jangan mencuri, jangan mengucapkan saksi dusta. 19
hormatilah ayahmu dan ibumu dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu
sendiri.”
You know, the Ten Commandments are divided into two parts. The first half deals with
God, the second half deals with man. In other words, man's relation to God is the first half,
no idols, never take His name in vain, all that. The second half deal with man. Jesus gives
him the second half which are easier, right? They are both impossible to keep but the second
half is less impossible. Otherwise he wouldn't have said, "Well, I have kept all those."
Tahukah Anda bahwa Sepuluh Perintah itu dibagi dalam dua bagian. Bagian
pertama berhubungan dengan Allah, bagian kedua berhubungan dengan manusia.
Dengan kata lain, hubungan manusia dengan Allah adalah bagian pertama, jangan
menyembah berhala, jangan menyebut nama Allah dengan sembarangan, semua itu.
Bagian kedua berhubungan dengan manusia. Yesus memberikannya bagian kedua
yang lebih gampang ya? Mereka keduanya mustahil untuk ditaati namun bagian
kedua kurang mustahilnya. Kalau tidak dia tidak mengatakan, “Semua bagian itu
telah aku turuti.”
In other words, you might think you did the second half. So Jesus gives him the easier half
of the impossible. And then adds a little one at the end just to make it really difficult, "You
shall love your neighbor as yourself." So, Jesus compares him to the Ten Commandments,
against the law of God. You have to understand that it is God that you're sinning against.
Dengan kata lain, mungkin Anda memikir Anda telah melakukan bagian kedua. Jadi
Yesus memberikannya bagian yang lebih mudah dari yang mustahil. Dan Ia
menambahkan perintah kecil pada akhirnya supaya itu memang sukar sekali, “dan
6
kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.” Jadi Yesus
membandingkannya dengan Sepulu Perintah, melawan hukum Allah. Anda harus
mengerti bahwa Anda berdosa terhadap Allah sendiri.
Now we cannot preach grace until we have preached law, right? Because nobody will
understand what grace means unless he understands what the law requires. No one
understands mercy unless they understand guilt. So Jesus compares the guy to the
commandments of God, where it says that we have to keep them all.
Nah kita tidak bisa berkhotbah tentang anugerah sebelumnya kita telah berkhotbah
tentang hukum, benar? Karena tidak ada orang akan mengerti artinya anugerah
kecuali dia mengerti apakah yang dituntut hukum. Tidak ada orang yang mengerti
belas kasihan kecuali mereka mengerti rasa bersalah. Jadi Yesus membandingkan
orang itu dengan perintah-perintah Allah, dimana dikatakan semua hukum harus
ditaati.
But in verse 20, "The young man said to Him, All these things have I kept." The Jews saw
everything on the outside and they never dealt with the heart. Jesus said in Matthew 5, I
know you don't think you murder but when you hate someone, you murder in your heart,"
right? And I know you don't think you commit adultery, but when you look on a woman to
lust after her, you have committed adultery in your heart. And when you divorce your wives
without biblical grounds, you commit adultery as well.
Namun di ayat 20, “Kata orang muda itu kepada-Nya: "Semuanya itu telah kuturuti,
apa lagi yang masih kurang?" Orang Yahudi melihat seluruhnya dari luar dan
mereka tidak pernah melihat apa yang ada di dalam hati. Yesus mengatakan di
Matius 5, Saya tahu Anda tidak melihat itu sebagai pembunuhan tetapi jika Anda
membenci orang, Anda membunuhnya di dalam hati, benar? Dan Aku tahu bahwa
Anda tidak memikir Anda berzinah, akan tetapi jika Anda melihat perempuan
dengan bernafsu gairah, Anda telah berzinah di dalam hati. Dan ketika Anda
menceraikan isteri-isteri Anda tanpa dasar Alkitabiah, Anda berzinah juga.
In other words, Jesus says to them all through Matthew 5, on the outside you look good but
on the inside you are full of evil. The Ten Commandments were simply external pictures
that were to be indicative of hearts that were right. The point is that this man did not
understand the internal character of God's law. And so he thought he was really okay. What
he was saying, in effect, was "I don't have any real sin.
Dengan kata lain, Yesus mengatakan kepada mereka sepanjang Matius 5, dari luar
memang Anda kelihatannya baik namun dari dalam Anda penuh kejahatan. Sepuluh
Perintah hanya gambaran luar yang mencerminkan hati yang benar. Pokoknya
orang ini tidak mengerti karakter dalam dari hukum Allah. Jadi dia pikir dia benar
okay. Yang dia katakan sebenarnya adalah, “aku tidak ada dosa nyata.”
Listen, this man couldn't be saved because he didn't understand the real meaning of
salvation, which is a sinner coming to God and asking forgiveness, right? If you don't think
you have sinned, you can't be saved. This is the way how self-righteous religion works. It's
very self-deceiving, it's very self-convincing. Now, the Bible says at this point in Mark
7
10;21, "Jesus looked at him and loved him." There was something genuine in him. He really
was a religious person. And Jesus loved him and Jesus is not willing that any should perish.
Dengarkanlah, orang ini tidak dapat diselamatkan karena dia tidak mengerti arti
sepenuhnya dari keselamatan, yaitu si pendosa datang kepada Allah dan memohon
pengampunan, benar? Jika Anda memikir Anda tidak berdosa, Anda tidak mungkin
dapat diselamatkan. Beginilah bekerja agama yang membenarkan diri. Itu sangat
menipu diri, dan itu sangat menyakinkan diri. Nah Alkitab mengatakan pada saat ini
di Markus 10:21, “Tetapi Yesus memandang dia dan menaruh kasih kepadanya.”
Ada sesuatu yang tulus di dalamnya. Dia benar seseorang yang beragama. Yesus
mengasihi dia dan tidak ingin dia binasa.
God must be at work through the Holy Spirit as an element in true salvation. It isn't some
pre-salvation human work. We know we are dependent on the Spirit of God for it and that's
the mystery of how the Spirit works in the human will as well.
Allah harus bekerja melalui Roh Kudus sebagai unsur dalam keselamatan sejati. Itu
bukan pekerjaan manusia sebelum seseorang diselamatkan. Kita tahu kita
bergantung kepada Roh Allah untuk itu dan itu suatu misteri bagaimana Roh Kudus
bekerja di dalam kehendak manusia juga.
So, Jesus goes even another step in verse 21, "He said to him, If you want to be perfect, go,
sell what you have and give to the poor, and you will have treasure in heaven; and come,
follow Me.” Jesus is actually saying, "Are you going to do what I want you to do? Who runs
your life? Do you or do I?" And He gives him a test. Jesus gives him a command and says
when you're done with this first command, come right back here and keep on following Me.
Jadi Yesus meneruskan dengan langkah lain di ayat 21, “Kata Yesus kepadanya:
"Jikalau engkau hendak sempurna, pergilah, juallah segala milikmu dan berikanlah
itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian
datanglah ke mari dan ikutlah Aku.” Yesus berkata sebenarnya, “Apakah Anda akan
melakukan apa yang Aku inginkan? Siapakah yang menjalankan hidup Anda?
Apakah Anda atau apakah itu Aku?” Kemudian dia diberi ujian. Yesus
memberikannya perintah dan mengatakan setelah Anda selesai dengan perintah
pertama ini, datanglah kembali dan ikutilah Aku terus.
True salvation includes a submission to obey the Lord. A person coming to Christ does
not understands fully all that that confession may mean, but all the Lord is asking for here is
the willingness. The sin of this guy was a sin of covetousness, it was a sin of indulgence, it
was a sin of materialism, wealth and all that stuff. And he was indifferent to people who
were poor and people who were in need.
Keselamatan sejati termasuk pengajuan menaati perintah Tuhan. Seseorang yang
datang kepada Kristus tidak akan mengerti penuh semua arti pengakuan itu, namun
yang diminta Tuhan adalah kemauan. Dosa orang ini adalah dosa ketamakan, dosa
indulgensi, itu dosa materialisme, kekayaan dan semua harta itu. Dan dia tidak
peduli orang miskin dan orang-orang yang kebutuhan.
Do you have to give away everything to be a Christian? No you don't. The Lord didn't say
that to other people. But do you have to be willing to do whatever the Lord asks you to do?
8
Yes. And it is different in different cases. But the Lord took us right back to the principle of
Luke 14:33, the people who are My disciples are the people who forsake all.
Apakah kita harus memberikan semuanya kepada orang lain untuk menjadi orang
Kristen? Tidak, itu tidak perlu. Tuhan tidak mengatakan hal itu kepada orang-orang
lain. Namun apakah Anda rela untuk melakukan apa saja yang diminta Tuhan untuk
dilakukan? Iya. Dan itu berbeda dalam berbagai kasus. Namun Tuhan
mengembalikan kita kepada prinsip dari Lukas 14:33, “Demikian pulalah tiap-tiap
orang di antara kamu, yang tidak melepaskan dirinya dari segala miliknya, tidak
dapat menjadi murid-Ku.”
Jesus knew this was most important to this guy. For some people it might be a car. For some
people it might be a girl. For some people it might be a job or a career or a certain sin they
want to indulge in. For this guy, it was his money and his possessions. And the Lord put His
finger on it and said, "Are you willing to give every bit of that up?"
Yesus tahu ini yang paling penting bagi orang ini. Untuk beberapa orang itu
mungkin sebuah mobil. Untuk orang lain itu mungkin seorang gadis. Bagi orang lain
itu mungkin suatu pekerjaan atau karir atau dosa tertentu yang mereka senangi.
Bagi orang ini, itu semua uangnya dan harta miliknya. Dan Tuhan tahu hal itu dan
mengatakan, “Apakah Anda rela melepaskan semuanya ini? “
Jesus knew right where his heart was and He was saying, "Unless Jesus Christ is the number
one priority in your life, there's no salvation coming to you." Now, salvation demands these
two things. Number one will you acknowledge your offense to God and number two will
you turn from your sin? And if you're not willing to do it on those terms, Jesus doesn't take
you.
Yesus tahu benar dimana hatinya berada dan Dia mengatakan, “Kecuali Yesus
Kristus adalah prioritas nomor satu di dalam hidupmu, tidak ada keselamatan bagi
Anda.” Nah, keselamatan menuntut dua hal. Nomor satu apakah Anda mengaku
Anda telah melukai perasaan Allah dan nomor dua apakah Anda rela berbalik dari
dosa-dosa Anda? Jika Anda tidak mau melakukan itu berdasarkan persyaratan itu,
Yesus tidak akan terima Anda.
In Matthew 13 you have two parables, verses 44 to 46, you have the parable of the hidden
treasure and the parable of the pearl of great price. Those refer to the salvation that's offered
in the Kingdom. And in both cases, you remember the man sold everything he had, bought
the field to get the treasure and the guy sold everything he had to get the money to buy the
pearl, so all it cost you is everything you have.
Di Matius 13 ada dua perumpamaan, di ayat 44 sampai 46 ada perumpamaan
tentang harta terpendam dan perumpamaan tentang mutiara yang sangat berharga.
Keduanya mengacu kepada keselamatan yang disediakan di Kerajaan. Dan di dalam
kedua kasus, masih ingat, orang itu menjual seluruh miliknya untuk membeli itu dan
orang lain itu juga menjual seluruh miliknya untuk membeli mutiara tersebut, jadi
harganya total adalah keseluruhan milik Anda.
People do not understand the full implications of the Lordship of Christ. Salvation involves
a commitment to giving up everything else. Romans 10:9, “that if you confess with your
9
mouth the Lord Jesus and believe in your heart you will be saved.” There's a price for
salvation, all you have, all you possess for your Lord.
Orang-orang tidak mengerti implikasi sepenuhnya dari Ketuhanan Kristus.
Keselamatan berarti komitmen untuk menyerahkan segala hal lain. Roma 10:9,
“Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan
percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang
mati, maka kamu akan diselamatkan.” Ada ongkos untuk diselamatkan, yaitu segala
milik Anda adalah bagi Tuhan.
And what was his reaction? Verse 22, "But when the young man heard that saying, he went
away sorrowful for he had great possessions." He went away. Why? What was more
important to him than Christ? Possessions. He could not come on those terms. He went away
sorrowful because there was some honesty in his heart. He really did want eternal life, but
he wasn't willing to pay the price.
Dan apa reaksinya? Ayat 22, “Ketika orang muda itu mendengar perkataan itu,
pergilah ia dengan sedih, sebab banyak hartanya.” Dia pergi. Mengapa? Apa yang
lebih penting baginya daripada Kristus? Harta milik? Dia tidak dapat masuk
berdasarkan persyaratan itu. Dia pergi dengan sedih hati karena dia memiliki
kejujuran di dalam hatinya. Dia benar-benar ingin hidup kekal itu, namun harganya
terlalu mahal baginya.
He came for eternal life and he left without it. Oh what a sad, sad thing. And so we learn a
lot, don't we, from this story about how we should present the gospel and what our Lord
expects. And the more we become like Christ, the more we are willing to tell others about
Jesus so that there is a possibility they will repent and are saved.
Dia datang untuk hidup kekal dan dia pergi begitu saja. Oh, betapa sedihnya itu.
Dan kita belajar banyak, benar, dari kisah ini bagaimana kita harus memberitakan
Injil dan apa yang diharapkan Tuhan kita. Dan semakin kita bertumbuh menjadi
lebih seperti Kristus, semakin kita mau memberitahu orang lain tentang Yesus
supaya ada kemungkinan mereka bertobat dan mereka selamat.
What will you say when someone comes up to you and asks you why you are a Christian?
Will you talk about the hard subjects such as sin and punishment as well as mercy and
grace? Oh Lord, give us the understanding and willingness to work for You whenever and
wherever You call us. Let's pray.
Apakah Anda akan menjawab ketika ada orang yang menanyakan Anda mengapa
Anda menjadi orang Kristen. Apakah Anda akan membicarakan hal-hal sukar
seperti dosa dan hukuman dan juga belas kasihan dan anugerah? Oh Tuhan,
berikanlah kami pengertian dan kemauan untuk bekerja bagi Engkau kapan saja dan
dimana saja Engkau memanggil kami. Marilah kita berdoa.
10
Документ
Категория
Без категории
Просмотров
10
Размер файла
90 Кб
Теги
1/--страниц
Пожаловаться на содержимое документа